29-Oktober-2014
JALAN KEPEDIHAN YANG TAK BERUJUNG
Sampai
kapankah kiranya kuharus bersembunyi di balik Senyuman Palsu atas sakit yang
teramat dalam ini ? Layaknya diriku ini adalah seorang Pembohong Besar yang
menampilkan kebahagiaan di balik kepedihan yang tersembunyi. Kini tak ada lagi
yang bisa menemaniku, kuhanya bisa terbaring sendiri seakan-akan diriku ini
hanyalah Makhluk yang tak Terlihat.
Dengan
ikhlasku hidup bersama orang-orang yang takan pernah bisa mampu untuk Menerimaku
sepenuhnya, hanya kesabaran dan air mata yang mampu menemaniku saat ini, Karna
takdir tlah mengalahkanku.
Bagaimana
mungkin ku tak Mengalah, jikalau setiap kuberusaha untuk mendapatkan KEBAHAGIAAN
dari orang-orang yang tlah terpilih oleh hatiku untuk KUCINTAI dan KUSAYANGI tidak
pernah mampu untuk melihatku tersenyum melainkan Tersiksa oleh rasa sakit yang
sangat mendalam karna PERBUATANNYA, entah itu dalam keadaan sadar maupun tidak.
Dan
kini kutlah mengalah bahwa segalanya atas kehendak Tuhan namun yang menjadi
pertanyaan bagiku, apakah Tuhan peduli kepada diriku ataukah Tuhan hanya
terdiam dan tersenyum melihatku menjalani semua ini ? trus sampai kapan semua
ini harus kulalaui ?
apakah
kematian akan mengakihinya ?
Mungkin
TIDAK. melainkan hanya akan memperpanjang penderitaan bagiku.
