LIFE IS CHOICE And THIS IS MY CHOICE
26 Oktober 2014
Satu
kalimat yang tlah terlanjur hadir mengikuti alur cerita drama hidupku hingga
saat ini, ku tau kuhidup harus berbakti kepada Tuhan begitu pula kepada orang
tuaku tapi kadang kubertanya kepada hatiku yang paling dalam bahwa apa tujuan Tuhan
menciptakanku ??? kenapa Tuhan menciptakan Hitam jika Putih itu indah ?
Banyak
pilihan yang tlah kulalui entah buruk, baik, menderita, terjajah di pesantren
kurang lebih 7 tahun, hidup di jalanan, menjadi pencuri, merampas hak orang
lain sebagai pilihan untuk tetap bertahan hidup setelah itu kukembali lagi
kepada Tuhan sebagai orang yang di butuhkan umat muslim (Imam masjid, ceramah,
ngajar TPA. dll) jatuh dan bangkit lagi,
air mata yang kutaburkan sebagai bukti bisu yang tak berjejak, tapi kenapa
kebahagiaan tak pernah hadir dalam hidupku ?
Terkadang jika kusendiri kuslalu bertanya kepada diriku sendiri bahwa apakah memang kutlah di takdirkan untuk sangat akrab dengan penderitaan dan air mata, dan di haramkan bagiku untuk berkenalan dengan yang namanya kebahagiaan ?
Entah sampai kapan kuharus bersembunyi di balik senyuman palsu yang setiap saat menipu orang-orang di sekitarku atas sesak, sakit, dan tersiksanya perasaan ini yang andaikan saja ada orang yang setiap malam menjelang tidurnya dan di akhir sujudnya mengalirkan air mata Darah, Maka salah satunya adalah saya, Kenapa Tuhan menciptakanku ? di mana kebahagiaan itu berada ? kenapa penderitaan harus hadir dan pemporak porandakkan hati ini ?
Pertanyaan bodoh yang hadir di benakku dan membuatku sangat jauh dari Tuhan seperti saat ini.
Terkadang jika kusendiri kuslalu bertanya kepada diriku sendiri bahwa apakah memang kutlah di takdirkan untuk sangat akrab dengan penderitaan dan air mata, dan di haramkan bagiku untuk berkenalan dengan yang namanya kebahagiaan ?
Entah sampai kapan kuharus bersembunyi di balik senyuman palsu yang setiap saat menipu orang-orang di sekitarku atas sesak, sakit, dan tersiksanya perasaan ini yang andaikan saja ada orang yang setiap malam menjelang tidurnya dan di akhir sujudnya mengalirkan air mata Darah, Maka salah satunya adalah saya, Kenapa Tuhan menciptakanku ? di mana kebahagiaan itu berada ? kenapa penderitaan harus hadir dan pemporak porandakkan hati ini ?
Pertanyaan bodoh yang hadir di benakku dan membuatku sangat jauh dari Tuhan seperti saat ini.
ITU SEMUA KARNA SESEORANG.
Kembal lagi Di Life Is
Choice And This Is My Choice
Pilihan ini memang sangat berat dan kujuga sangat merasa Ketakutan ketika
kuharus menganggap ayah dan ibu orang lain sebagai orang tuaku, kusangat takut
jika karna diriku keluarga ini rusak berantakan karna kusadar atas
kekuranganku, kebiasaan buruk yang butuh seseorang yang bisa membantuku untuk
merubahnya. Kujuga takut jika suatu saat sahabat-sahabatku tidak menganggapku
lagi karna perubahan yang tak kusadari pada diriku, mereka semua ingin untuk kumembuktikan
kepada siapapun itu bahwa saya bisa melakukan hal yang orang lain lakukan
meskipun kuhanya insan tak punya, dan cacat tulang punggung keluarga (Ayah).
Jujur
saja kumerasa pilihan baru ini sangat jauh berbeda dengan hidupku dulu yang
slalu tidur di atas jam 12, yang susah tidur jika sendirian, hoby mengoprasi
computer, suka mengganggu di dunia maya, senang dengan cahaya lampu kamar
berwarna, dan slalu ingin melihat mata hari terbenam di pesisir pantai meskipun
belum pernah terwujud, tapi ini adalah pilihanku jadi kumerasa ini adalah awal
dari segalanya karna kuyakin sahabat-sahabatku tak akan pernah bosan memberikan
dukungan dari jauh untuk tetap bersabar untuk menjalani pilihanku ini, dan juga
kumerasa senang karna disini kumemiliki dua bidadari kecil yang mau menerimaku
sebagai kakaknya dan hal ini adalah salah satu yang kuminta dari dulu kepada
tuhan. Terutama seorang ayah.
Ya,
jujur saja bahwa dulu tiada hentinya kuberdoa kepada tuhan akan hal itu, hatiku
slalu berkata jika memang ada yang namanya kematian dibalik hidup ini maka
kuhanya ingin satu hal berikan aku seorang ayah yang mampu membuatku membuktikan
kepada seluruh manusia yang bernyawa bahwa saya bisa seperti mereka…!


0 komentar:
Posting Komentar