Demo Site

Sabtu, Oktober 25

Life is Choice and this is my Coice (hidup adalah pilihan dan inilah pilihanku)



 LIFE IS CHOICE And THIS IS MY CHOICE
26 Oktober 2014
 

Satu kalimat yang tlah terlanjur hadir mengikuti alur cerita drama hidupku hingga saat ini, ku tau kuhidup harus berbakti kepada Tuhan begitu pula kepada orang tuaku tapi kadang kubertanya kepada hatiku yang paling dalam bahwa apa tujuan Tuhan menciptakanku ??? kenapa Tuhan menciptakan Hitam jika Putih itu indah ?
Banyak pilihan yang tlah kulalui entah buruk, baik, menderita, terjajah di pesantren kurang lebih 7 tahun, hidup di jalanan, menjadi pencuri, merampas hak orang lain sebagai pilihan untuk tetap bertahan hidup setelah itu kukembali lagi kepada Tuhan sebagai orang yang di butuhkan umat muslim (Imam masjid, ceramah, ngajar TPA. dll)  jatuh dan bangkit lagi, air mata yang kutaburkan sebagai bukti bisu yang tak berjejak, tapi kenapa kebahagiaan tak pernah hadir dalam hidupku ?

Terkadang jika kusendiri kuslalu bertanya kepada diriku sendiri bahwa apakah memang kutlah di takdirkan untuk sangat akrab dengan penderitaan dan air mata, dan di haramkan bagiku untuk berkenalan dengan yang namanya kebahagiaan ?
Entah sampai kapan kuharus bersembunyi di balik senyuman palsu yang setiap saat menipu orang-orang di sekitarku atas sesak, sakit, dan tersiksanya perasaan ini yang andaikan saja ada orang yang setiap malam menjelang tidurnya dan di akhir sujudnya mengalirkan air mata Darah, Maka salah satunya adalah saya, Kenapa Tuhan menciptakanku ? di mana kebahagiaan itu berada ? kenapa penderitaan harus hadir dan pemporak porandakkan hati ini ?
Pertanyaan bodoh yang hadir di benakku dan membuatku sangat jauh dari Tuhan seperti saat ini.
ITU SEMUA KARNA SESEORANG.

Kembal lagi Di Life Is Choice And This Is My Choice

25-october-2014 Tlah hadir pilihan baru untukku, ya… kutau ini ada perjalanan terbesar dalam hidupku ketika kumemilih pergi jauh dari Ibuku, Sahabat-sahabatku dan sepupu teman hidupku begitu pula dengan orang yang pernah kuharapkan yaitu orang yang pernah hadir menancapkan patok kepedihan kedalam hatiku, memberiku harapan lalu pergi meninggalkanku dengan kebencian dan kuhanya mampu tersiksa dengan rindu yang harus kupadamkan dengan pilihan baruku ini.

Pilihan ini memang sangat berat dan kujuga sangat merasa Ketakutan ketika kuharus menganggap ayah dan ibu orang lain sebagai orang tuaku, kusangat takut jika karna diriku keluarga ini rusak berantakan karna kusadar atas kekuranganku, kebiasaan buruk yang butuh seseorang yang bisa membantuku untuk merubahnya. Kujuga takut jika suatu saat sahabat-sahabatku tidak menganggapku lagi karna perubahan yang tak kusadari pada diriku, mereka semua ingin untuk kumembuktikan kepada siapapun itu bahwa saya bisa melakukan hal yang orang lain lakukan meskipun kuhanya insan tak punya, dan cacat tulang punggung keluarga (Ayah).
                       Jujur saja kumerasa pilihan baru ini sangat jauh berbeda dengan hidupku dulu yang slalu tidur di atas jam 12, yang susah tidur jika sendirian, hoby mengoprasi computer, suka mengganggu di dunia maya, senang dengan cahaya lampu kamar berwarna, dan slalu ingin melihat mata hari terbenam di pesisir pantai meskipun belum pernah terwujud, tapi ini adalah pilihanku jadi kumerasa ini adalah awal dari segalanya karna kuyakin sahabat-sahabatku tak akan pernah bosan memberikan dukungan dari jauh untuk tetap bersabar untuk menjalani pilihanku ini, dan juga kumerasa senang karna disini kumemiliki dua bidadari kecil yang mau menerimaku sebagai kakaknya dan hal ini adalah salah satu yang kuminta dari dulu kepada tuhan. Terutama seorang ayah.
Ya, jujur saja bahwa dulu tiada hentinya kuberdoa kepada tuhan akan hal itu, hatiku slalu berkata jika memang ada yang namanya kematian dibalik hidup ini maka kuhanya ingin satu hal berikan aku seorang ayah yang mampu membuatku membuktikan kepada seluruh manusia yang bernyawa bahwa saya bisa seperti mereka…!

0 komentar:

Posting Komentar