Demo Site

Rabu, Mei 29

[25 mei 2013] Suara Hati Yang Terabaikan Olehnya

  Mr.E

25-MEY-2013
 Terdiam kumenatap mentari yang menerangi jagad raya, kupandang wajahku di balik air jernih samudra kesatria sambil kumeratapi hidupku yang harus berjalan di atas bara api penderiataan  yang tak kunjung hentinya ,,, bingung kutak tau entah harus bertindak seperti apa ??? dan berkata apa lagi kepadanya untuk membuatnya mengerti atas semua yang kurasakan.
Kenapa harus ada warna hitam kalau warna putih lebih indah dan kenapa pula penderitaan itu tercipta kalau kebahagiaan telah terlahir di semua hati pemliknya ?
Lelah kumenanti semua ini, kuhanya mampu trus bejalan menemani hariku dengan diam yang tertindas oleh rindu yang tak pernah terbalas olehnya, kusadar kubukan siapa-siapa dalam hidupnya, tapi harapan yang tiada hentinya membara, dan impian yang membuat air mata ini tiada hentinya mengalir deras mengemis dan memohon kepadannya…!
“Mungkin inilah takdirku, terlahir dan di kehendaki untuk tak akan pernah mengenal yg namanya bahagia dan saaaaaaaangat akrab dengan kesedihan yang membalut rapat dalam hidupku dan begitu kejam tlah menancapkan paku penderitaan kedalam hatiku.

Terkadang kuterbangun tengah malam, curhat dan menangis dihadapan Tuhanku, sambil berSujud tiada hentinya ku memohon agar terbukanya sedikit pintu hatinya untuk mengerti,mempedulikanku dan membebaskan rindu yg terkurung dalam gelap dan pahitnya rasa sakit dalam hati ini…
Terkadang pula tubuh ini menggigil ketakutan ketika salah satu pertanyaan kembali hadir dalam benakku.
 
AKANKAH JIKA SUATU SAAT KETIKA KUTAK MAMPU LAGI BERTAHAN MENUNGGUNYA DAN KUKORBANKAN NYAWAKU UNTUK MENGAKHIRI RASA SAKIT DAN RINDU INI, AKANKAH KIRANYA DIA SADAR BAHWA KUMAMPU BERNAFAS KARNANYA ???
BETAPA BERAT DAN TERSIKSANYA KUJALANI HIDUP INI TANPANYA DAN AKANKAH DIA BISA MENGERTI ATAS APA YANG TELAH KURASAKAN YANG SLALU DIA ABAIKAN….??? APAKAH AIR MATANYA MAMPU MENGALIR SAAT MELIHAT TUBUHKU TLAH BERSELIMUT KAIN KAFAN DI DEPAN MATANYA ???
Awalnya kupercaya akan semua ini karna kuanggap dirinya lebih akrab dengan tuhan yang maha penyayang tapi mungkin tuhan tak menitipkan setetes rasa sayang pada hatinya untukku, ataukah mungkin ada, tpi karna kutak berhak memilikinya karna kubodoh,miskin,malas dan tak punya apa apa ?
Tapi sampai kapan pun itu, meskipun dia tak pernah mau menganggapku tapi hingga saat ini tlah terlanjur, impian, harapan, dan perasaanku kepadanya tlah menyatuh dengan batinku dan mungkin hanya kematian yang mampu memisahkanku. Kuharap dia tlah tau Bahwa memang benar tuhan itu ada tapi tuhan juga butuh perantara, sesungguhnya semangat dan kebahagiaanku ada pada dirinya begitu pula dengan kesedihan dan penderitaanku semuanya ada pada dirinya. Jawaban atas setiap langkah dan perbuatankupun ada pada dirinya.
Kenapa impian dan harapanku harus bertentangan dengan takdirku ?