Demo Site

Rabu, Oktober 29

JALAN KEPEDIHAN YANG BERUJUNG (29-Oktober-2014)



29-Oktober-2014

 JALAN KEPEDIHAN YANG TAK BERUJUNG




Sampai kapankah kiranya kuharus bersembunyi di balik Senyuman Palsu atas sakit yang teramat dalam ini ? Layaknya diriku ini adalah seorang Pembohong Besar yang menampilkan kebahagiaan di balik kepedihan yang tersembunyi. Kini tak ada lagi yang bisa menemaniku, kuhanya bisa terbaring sendiri seakan-akan diriku ini hanyalah Makhluk yang tak Terlihat.

Dengan ikhlasku hidup bersama orang-orang yang takan pernah bisa mampu untuk Menerimaku sepenuhnya, hanya kesabaran dan air mata yang mampu menemaniku saat ini, Karna takdir tlah mengalahkanku.

Bagaimana mungkin ku tak Mengalah, jikalau setiap kuberusaha untuk mendapatkan KEBAHAGIAAN dari orang-orang yang tlah terpilih oleh hatiku untuk KUCINTAI dan KUSAYANGI tidak pernah mampu untuk melihatku tersenyum melainkan Tersiksa oleh rasa sakit yang sangat mendalam karna PERBUATANNYA, entah itu dalam keadaan sadar maupun tidak.

Dan kini kutlah mengalah bahwa segalanya atas kehendak Tuhan namun yang menjadi pertanyaan bagiku, apakah Tuhan peduli kepada diriku ataukah Tuhan hanya terdiam dan tersenyum melihatku menjalani semua ini ? trus sampai kapan semua ini harus kulalaui ? 

apakah kematian akan mengakihinya ?
Mungkin TIDAK. melainkan hanya akan memperpanjang penderitaan bagiku.

Senin, Oktober 27

27 OKTOBER 2014 ( TAKDIR )



27-Oktober-2014
Bagaimanapun juga antara sulit dan mudahnya jalan takdir dalam hidupku ini, dulu kuslalu berusaha untuk melawan arah takdir ini, karna kumenganggap bahwa seluruh harapanku slalu bertentangan dengan takdirku, Namun kutak pernah Bisa.
Kuhanya Bisa terdiam membisu dan tersenyum di balik sesaknya dada ini, dan saat ini kumulai berusaha untuk mengalah melawan takdir ini dan trus berusaha menjalani sejauh mana arah angin akan membawaku pergi bersama seluruh beban dan rasa sakit yang harus kulupakan.

Terkadang kumenganggap bahwa diriku ini di ciptakan untuk tidak akan pernah berhak mengenal Bahagia, Dan terkadang pula kubertanya kepada Tuhan “Bagaimana mungkin kumampu tetap bertahan hidup dengan takdir yang tak mampu kubantah Darimu ? Kenapa engkau menciptakan penderitaan jika Bahagia tlah Hadir dalam Naska Cerita Hidup yang telah engkau berikan ? Dan bagaimana mungkin engkau menciptakan segumpal daging Bernama HATI jika hanya untuk menikmati kepedihan yang tak berujung ini…?

Sabtu, Oktober 25

Life is Choice and this is my Coice (hidup adalah pilihan dan inilah pilihanku)



 LIFE IS CHOICE And THIS IS MY CHOICE
26 Oktober 2014
 

Satu kalimat yang tlah terlanjur hadir mengikuti alur cerita drama hidupku hingga saat ini, ku tau kuhidup harus berbakti kepada Tuhan begitu pula kepada orang tuaku tapi kadang kubertanya kepada hatiku yang paling dalam bahwa apa tujuan Tuhan menciptakanku ??? kenapa Tuhan menciptakan Hitam jika Putih itu indah ?
Banyak pilihan yang tlah kulalui entah buruk, baik, menderita, terjajah di pesantren kurang lebih 7 tahun, hidup di jalanan, menjadi pencuri, merampas hak orang lain sebagai pilihan untuk tetap bertahan hidup setelah itu kukembali lagi kepada Tuhan sebagai orang yang di butuhkan umat muslim (Imam masjid, ceramah, ngajar TPA. dll)  jatuh dan bangkit lagi, air mata yang kutaburkan sebagai bukti bisu yang tak berjejak, tapi kenapa kebahagiaan tak pernah hadir dalam hidupku ?

Terkadang jika kusendiri kuslalu bertanya kepada diriku sendiri bahwa apakah memang kutlah di takdirkan untuk sangat akrab dengan penderitaan dan air mata, dan di haramkan bagiku untuk berkenalan dengan yang namanya kebahagiaan ?
Entah sampai kapan kuharus bersembunyi di balik senyuman palsu yang setiap saat menipu orang-orang di sekitarku atas sesak, sakit, dan tersiksanya perasaan ini yang andaikan saja ada orang yang setiap malam menjelang tidurnya dan di akhir sujudnya mengalirkan air mata Darah, Maka salah satunya adalah saya, Kenapa Tuhan menciptakanku ? di mana kebahagiaan itu berada ? kenapa penderitaan harus hadir dan pemporak porandakkan hati ini ?
Pertanyaan bodoh yang hadir di benakku dan membuatku sangat jauh dari Tuhan seperti saat ini.
ITU SEMUA KARNA SESEORANG.

Kembal lagi Di Life Is Choice And This Is My Choice

25-october-2014 Tlah hadir pilihan baru untukku, ya… kutau ini ada perjalanan terbesar dalam hidupku ketika kumemilih pergi jauh dari Ibuku, Sahabat-sahabatku dan sepupu teman hidupku begitu pula dengan orang yang pernah kuharapkan yaitu orang yang pernah hadir menancapkan patok kepedihan kedalam hatiku, memberiku harapan lalu pergi meninggalkanku dengan kebencian dan kuhanya mampu tersiksa dengan rindu yang harus kupadamkan dengan pilihan baruku ini.

Pilihan ini memang sangat berat dan kujuga sangat merasa Ketakutan ketika kuharus menganggap ayah dan ibu orang lain sebagai orang tuaku, kusangat takut jika karna diriku keluarga ini rusak berantakan karna kusadar atas kekuranganku, kebiasaan buruk yang butuh seseorang yang bisa membantuku untuk merubahnya. Kujuga takut jika suatu saat sahabat-sahabatku tidak menganggapku lagi karna perubahan yang tak kusadari pada diriku, mereka semua ingin untuk kumembuktikan kepada siapapun itu bahwa saya bisa melakukan hal yang orang lain lakukan meskipun kuhanya insan tak punya, dan cacat tulang punggung keluarga (Ayah).
                       Jujur saja kumerasa pilihan baru ini sangat jauh berbeda dengan hidupku dulu yang slalu tidur di atas jam 12, yang susah tidur jika sendirian, hoby mengoprasi computer, suka mengganggu di dunia maya, senang dengan cahaya lampu kamar berwarna, dan slalu ingin melihat mata hari terbenam di pesisir pantai meskipun belum pernah terwujud, tapi ini adalah pilihanku jadi kumerasa ini adalah awal dari segalanya karna kuyakin sahabat-sahabatku tak akan pernah bosan memberikan dukungan dari jauh untuk tetap bersabar untuk menjalani pilihanku ini, dan juga kumerasa senang karna disini kumemiliki dua bidadari kecil yang mau menerimaku sebagai kakaknya dan hal ini adalah salah satu yang kuminta dari dulu kepada tuhan. Terutama seorang ayah.
Ya, jujur saja bahwa dulu tiada hentinya kuberdoa kepada tuhan akan hal itu, hatiku slalu berkata jika memang ada yang namanya kematian dibalik hidup ini maka kuhanya ingin satu hal berikan aku seorang ayah yang mampu membuatku membuktikan kepada seluruh manusia yang bernyawa bahwa saya bisa seperti mereka…!

Selasa, Agustus 19

Semua jawaban tentang diriku hanya ada pada DIRINYA

Mr.E

selasa,19 agustus 2014, 04:08.wib
Dulunya saya sempat di kenal sebagai putra Agamawis, tapi saat ini tidak lagi, semua kemampuan agamaku tlah kutinggalkan bahkan ibadahku sudah sangat jarang karna kusangat sedih kepada orang yang kuanggap rajin beribadah, hebat berdakwah, beribawah dan baik, tapi ternyata dia sulit mengerti perasaan orang yang mengharapkannya, karna rasa sakit atas perbuatannya dan rasa rinduku kepadanya yang tiada hentinya mengikutiku,
tapi kenapa dia seperti ini ?
apa salahku ?
salahkah jika kumeminta sedikit perhatian, sapaan, kasih sayang, teguran dan motivasi darinya ?
kenapa dia tak pernah menghiraukanku ?
akibat semua ini akhirnya kuterpaksa harus melanggar  peraturan tuhan, padahal kutau bahwa apa balasan atas perbuatanku ini, bahkan saat ini kumerasa bahwa kutak memiliki tuhan yang maha penyayang dan tak memiliki agama lagi.
kadang orang bergantian bertanya kapan kukan berhenti seperti ini ???
namun kuhanya mampu menjawab bahwa.
jawaban kapan kukan berhenti lari kepada obat penenang fikiran, jawaban kapan kukan kembali pada semua bakatku, jawaban kapan kukan kembali beribadah seperti dulu ? SEMUANYA ADA PADA DIRINYA, karna semua ini sangat terpaksa kulakukan karna kutak tau harus berkata dan berbuat apalagi kepadanya, saya lelah mengatakan semuanya kepadanya tentang keadaanku, tapi tetap saja dia tidak pernah menghiraukanku, apa lagi yang harus kuperbuat ??? yang mampu menemaniku hanya rasa rindu kepadanya, dan rasa sakit yang tidak akan pernah mampu terobati oleh siapa pun itu melainkan dirinya.
Kukan terus bertahan hingga ia sadar bahwa betapa berartinya dia untukku, walalupun dia tak pernah menggapku ada dan walaupun kuharus memelihara perasaan dan rasa sakit ini sendiri.
tapi kalau memang dengan cara seperti ini mampu membuatnya bahagia maka kusiap untuk tetap menderita bersama tetesan air mata kalau memang itulah syarat atas kebahagiaannya, karna kutak tau harus berbuat apa untuk melihatnya bahagia meskipun dia tak pernah menyadari bahwa semangat dan kebahagiaanku ada pada dirinya, Jujur kutak pernah meminta perasaan ini kepada Tuhan namun dia datang bertamu kedalam hidupku dan harus kujalani semua siksaan ini karna rinduku yang terabaikan olehnya…!
dan saat ini kuharus menghadapi kemarahannya kepadaku padahal kutlah memohon mohon untuk mendapatkan maaf darinya namun dia tak peduli bahkan tidak menjawabnya sama sekali.


Senin, Agustus 18

Kerinduan di malam Senin.18 agustus 2014

Mr.E

Senin.18 agustus 2014, 03:45.Wib.

Kenapa malam ini kubegitu sangat sulit tertidur karna bayangannya yang slalu hadir menghantui diriku saat kucoba menutup mata yang tiada hentinya memaksa air mata ini mengalir dengan sendirinya, kuyakin ini karna kerinduan yang tak terhiraukan dan rasa bersalah yang mungkin tak ada lagi maaf bagiku darinya.

Ya,,, kutau kusalah namun tidakkah ia sadar bahwa kesalahan itu juga terjadi bukan karna siapa pun melainkan dirinya yang tak pernah mampu untuk mengerti dan mempedulikan apa yang sebenarnya terjadi pada diriku, yang tiada hentinya menunggu jawaban di setiap perkataan dan do’ku, dan yang mampu menemani hanya segenggam rasa sakit yang membelenggu dan memporak porandakkan hatiku.
andaikan saja dia bisa mengerti dan merasakan kekuatan impian dan harapanku yang tak akan pernah rapu kepadanya.
salam rindu dariku...

Kisah menyakitkan pada saat Awi Caslan'd.E masih SMA


Duduk kubersimpuh kepada rabb azza wajalla, terdiam kumenatap mentari yang menerangi jagat raya, kupandang wajahku di balik air jernih samudra kesatria sambil kumeratapi hidupku yang harus berjalan di atas bara api penderiataan  yang tak kunjung hentinya ,,, bingung kutak tau entah harus bertindak seperti apa Ketika hari Esok, orang yang slalu kuharapkan, orang yang slalu membuatku semangat akan pergi meninggalkanku dari sekolah, meskipun ia tidak tau bahwa dia adalah segalanya bagiku, saat kumelihat kemarin dia berbicara di depan kelasku sambil meneteskan air mata sebagai pertemuan terakhirnya dengan kami, pada saat itu kutak tau kuharus bagaimana mencegahnya, slain tertunduk dan menangis dan berteriak dalam hati JANGAN, KUMOHON JANGAN, air matakupun menetes.
. yah,… saat dia keluar dari kelas kujuga ikut menyaksikan dia pergi tanpa berbalik kepadaku, segera kutinggalkan arena sekolah dan berlari sejauh mungkin berlawanan arah dengannya hingga kusampai di kamar kosan kecil tempatku berteduh, kulentangkan sekujur tubuhku tak berdaya, kumerasa seluruh harapanku tlah tiada, semangatku pun tlah mati, air mata yang mengalir deras membasahi sekujur wajah lelahku yang bercampuran dengan keringat yang menetes. Walaupun kusangat kehilangan Namun kutak putus asah, meskipun pada saat itu kubertambah berubah, kenakalanku semakin membara, kemalasanku pun tak terkalahkan tak ada satupun guru yang menyukaiku tanpa mereka sadari bahwa kuseperti ini karna seseorang yang tlah tiada, tetap kulalui hariku dengan diam yang tertindas oleh wajah merah membara bergantian mencaciku,  dengan alasan yang kabur tak jelas. hanya karna kunakal dan malas itu alasannya, tapi ibadahku blum berubah Do’aku pun tidak goyang dan tak pernah putus agar orang itu kembali seperti dulu di sekolah itu, setiap malam kubangun sendiri bersujud dan menangis memohon-mohon kepada Tuhan agar dia senantiasa di kembalikan di sekolah itu.
          Lelah kumenanti pintaku kepada rabb yang belum terjawab, entah tertunda atau memang tidak akan pernah terjawab ?  hari demi hari kulewati tanpanya dan yang menemaniku setiap saat di manapun aku berada hanya selembar poto seseorang berbaju batik coklat keemasan, yang di hiasi peci hitam, setiap detakan jantungku, kubuka lembaran demi lembaran kehidupan, kujalani dengan hati yang penuh dengan rasa ingin melihatnya. Rindu yang sangat kutakutkan rapu dan berubah menjadi dendam yang tersembunyi bagaikan titik hitam buram di atas kertas putih suci abadi,,,!
          Terkadang kuberfikir untuk pindah kesekolah yang lain, karna kutak tahan dengan cacian, amarah, benci, fitnah, dan perkataan yang orang menggoreskan luka hingga batinku. Tpi hatiku slalu menahanku bahwa suatu saat dia akan kembali menemuimu di sekolah ini lagi, karna memang kuslalu berdo’a dan berharap seperti itu maka kuputuskan untuk tetap bertahan di dalam penderitaan itu. Setiap hari kubolos sekolah karna kutak betah dengan suasana yang panas di penuhi dengan emosi atas masalah yang sengaja kuperbuat maupun masalah yang berlalu di ungkit-ungkit kembali yang membuatku tak pernah alpa masuk kedalam kantor kepala sekolah menerima cacian yang tiada hentinya, tapi semuanya tetap saja kuhiraukan karna kutau bahwa itulah salah satu cobaan yang harus kulalui agar do’aku atas kehadirannya kembali di sekolah itu akan terkabulkan.
          Rasa lelah yang tak mampu kuhindari atas seluruh masalah dan beban fikiranku yang slalu ingin bertemu dengannya, kuputuskan untuk tidak masuk sekolah selama 1 bulan penuh, semua teman-teman, guru-guru dan sebagian besar orang di sekolah mempertanyakanku entah kenapa apakah mereka rindu dengan wajah yang slalu mereka salahkan atau entah kenapa mereka mencariku.
          Karna kabar dan ancaman yang silih berganti kudengar bahwa kukan di keluarkan dari sekolah kalau kutak kembali hadir, maka kuikuti permintaan mereka agar ku hadir disekolah, beberapa bulan kemudian rasa bahagia pun hadir dalam hatiku yang tlah lama di lilit rasa rindu dan penantian yang tiada hentinya menemani hariku saat kudengar orang yang kubangga-banggakan tlah memutuskan untuk hadir kembali bersama kami, tak tahu kuharus berkata apa kepada tuhan sebagai tanda syukurku atas terkabulnya do’aku dan menghapus goresan luka penantian yang tlah hampir membuatku kecewa dan putus asa; hari esok kulalui dengan rasa semangat yang mengalir dalam darahku di setiap langkahku menuju pertemuan pertamanya, saat dia memasuki gerbang dengan motor berwarna hijau tua, dari jarak kejauhan lantai 2 sekolahku kutatap wajahnya dalam-dalam saat ia turun dari kendaraannya meskipun ia tak melihatku. Kurasakan segumpal sesuatu keluar dari sekujur tubuhku dan membuatku kembali merasa tenang dan tentram di dalam arena sekolah, saat itu kumulai bertambah yakin bahwa dia adalah benar-benar manusia yang mampu membuatku merasa masih berarti hadir di dunia ini.
         Hari demi hari kulalui dengan semangat saat melihatnya, namun sedikit kumerasa heran dan merasa ada yang berubah pada dirinya, perhatian dan sapaannya tlah tiada lagi dia berikan kepadaku kecuali saat dia mengajar di kelasku itupun candaan, senyuman tlah sangat jarang untukku entah kenapa dia berubah; apakah karna kehadiran sesosok murid baru laki-laki di kelasku yang tlah merubah posisiku di matanya ???, mungkin saja dia tidak menyadari bahwa sepata kata yang setiap pulang sekolah kukirim melalui sms, yang kumaksud itu adalah dirinya. Hatiku menangis dan merasa sedikit kecewa atas apa yang tlah ia lakukan, tapi tidak apa-apa mungkin saja dia tidak sadar atas semuanya. Dengan sabar kumenjalani hari-hari yang tiada perubahan, terkadang ku sedih tak dihiraukan olehnya, hal itu berlangsung cukup lama dan suatu hari kuberjalan bersama seorang teman yang cukup lebih dekat dengannya menuju toylet samping musollah, dia pas dari musollah melaksanakan shalat dzuhur, saat kumelintas di hadapannya ia berbalik kepada teman disampingku lalu tersenyum dan menyapanya lantas diriku seakan-akan tak ada pada saat itu di hadapannya, sedikitpun dia tidak melirik ke arahku, kuhanya tertunduk dan meneruskan perjalananku menuju toylet, tak kusadari air mataku menetes secara perlahan, dalam hatiku berkata ‘salah apa lagi diriku ? kenapa dia tidak pernah menghiraukanku lagi ??? ’. saat itu kumerasa kubukan siapa-siapa lagi di matanya.
          Dan hal yang paling menyakitkan saat beberapa guru-guru menyebar fitnah tentangku, bahwa sayalah siswa yang mempropokatori siswa yang lain untuk merusak nama baik sekolah bahkan mereka menganggap bahwa saya adalah pelaku pembobolan facebook salah satu guru di sekolah itu dan menjelek-jelekkan nama baik kepala sekolah melalui facebook itu, kubersumpah di hadapan guru-guru bahwa bukan saya pelakunya, kumemohon agar kasus tentangku ini di hentikan karna pada saat itu namaku tlah tersebar satu sekolah bahwa sayalah pelakunya, kuberharap dia tidak tau soal kasus itu dan apabila dia mengetahuinya dia mau berpihak kepadaku, tapi kusalah… air mata mengalir deras saat ku mengetahui dari beberapa guru yang masih berpihak kepadaku, bahwa dia juga befikiran sama seperti yang lain bahwa saya adalah propokator atas semua kasus itu, tak tau kuharus menampilkan wajah seperti apa di hadapan guru-guru itu, namun kujuga tak mampu menahan air mata ini menetes atas sakit yang di rasakan hati ini tak dapat kuungkap lagi, rasanya kutak mampu berbuat apa-apa lagi. Rasa bersalah yang sangat besar kepada ke tiga guru yang kuanggap membenciku ternyata berpihak kepadaku, dan Rasa sakit karna kecewa kepada guru yang kuharapkan mampu membelaku, guru yang kuhargai, kuhormati dan kubanggakan, guru yang kuanggap sebagai ayahku sendiri, bahkan lebih dari orang tua kandungku sendiri, berat rasanya membendung air mata di sekitar kelopak mata yang cukup sempit atas hati yang meronta-ronta menjerit kesakitan, kutak tau harus berkata apa lagi pada saat itu kumerasa tak ada lagi tujuan yang pasti dalam perjalanan hidupku, yang ada hanya harapan yang tak pasti, tak kupedulikan mata pelajaran apa pun itu di kelasku, dengan cepat kumeninggalkan ruangan itu dan keluar dari gerbang pintu sekolah, ku berlari tanpa henti di tengah derasnya hujan yang menghamburkan dirinya di jagad raya sampai dadaku sesak sulit tuk bernafas hingga di kamar kosan kecil berantakanku, dengan pintu terkunci kududuk terdiam menghayati betapa pahit sakitnya hati ini, tak ragu lagi kumeneskan air mata di pipi yang cekung ini, tubuhku menggigil di penuhi keringat dingin dan kelelahan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya, ingiiiiiiiin rasanya kumeneteskan darah yang mampu membuatku tak berdaya tanpa denyut nadi dan nafas lagi di ragaku, ingin rasanya kusegera kembali kepada Rabb yang telah menciptakanku, namun hatiku menghentikanku dengan kata “semuanya biarlah terjadi, rasa sakit yang kualami bukanlah akhir dari segalanya, seberapa kejam pun ia berbuat kepadaku, tapi setidaknya kumasih bisa melihanya”
          Tiada hentinya jeritan hati ini kubawa memperjuang impianku untuk merasakan indahnya memiliki seorang dan harapanku dia mampu mewujudkannya.
meskipun dia tidak lagi menghiraukanku, meskipun kumerasa bahwa diriku bagaikan berdiri sendiri di padang pasir tanpa seorang pun yang menemaniku dan tanpa setetespun air yang mampu membuatku merasa legah namun tak mengapa biarlah semua ini kulalui, saya ikhlas kalau memang dengan menancapkan patok kepedihan pada diriku itu yang mampu membuatnya bahagia, insya allah kuikhlas terus seperti ini agar kumasih mampu melihat dia tersenyum dan bercanda walaupun dari jarak kejauhan dan bersama orang lain.
          Tak terasa dengan singkatnya waktu, dari terbit dan terbenamnya sang surya yang begitu setia mengabdi dan menerangi jagad raya ini, Tanggal 6 april 2014 tlah tiba, kumenantikan waktu masuknya tanggal 17 april untuk mengucapkan selamat Ulang tahun kepadanya tak peduli dingin yang menerobos kulitku, nyamuk yang mengemis-ngemis meminta setetes darahku. Tepat jam 12.00 malam, denang penuh harapan secara perlahan kuukirlah sederet kata yang sederhana pada ponselku dan mengirimkannya sebagai ucapan selamat atas usianya yang kira-kira ke 36thn do’aku pada saat itu untuknya, hanya beberapa permohonanku kepada Allah yaitu :
“ ya Rabb sang penguasa alam kumohon panjangkan umurnya, mudahkan seluruh urusannya”
dan 1 doa sebagai do’a harianku untuknya.
“ya Allah, hamba memohon kepadamu atas bertambahnya umur ayah hamba yang ke-36thn ini, meskipun dia tak pernah mau menganggapku tapi kumohon ya Rabb berikan dia kebahagiaan yang tiada hentinya mengalir seperti air sungai yang mengalir disurgamu ya Rabb, dan hamba mohon berikanlah kepada hamba seluruh  kesulitan dan penderitaan yang mampu membuat ayah hamba ini sakit seperti apa yang tlah hamba rasakan karna hamba tak ingin dia merasakan pahitnya rasa sakit yang hamba tlah rasakan saat ini karnanya yaRabb dan hamba mohon janganlah engkau menjauhkan hamba darinya karna hamba tak mampu berbuat apa-apa tanpa ayah hamba ini yaRabb”
Itulah salah satu alasan mengapa terkadang kumerasa sangat takut untuk mengikuti ujian nasional dan LULUS dari sekolah itu, karna kutakut jarang melihatnya lagi, seperti saat-saat di sekolah walaupun kumampu bertemu dengannya hanya 3 kali dalam seminggu dan hal yang sangat kutakutkan itu benar-benar terjadi sampai saat ini kuhanya mampu hadir di depan sekolah menunggu hingga dia keluar dari gerbang saat jam pulang sekolah meskipun dia tak penah melihatku tapi setidaknya kumasih bisa melihatnya sebagai obat rindu yang tak pernah ia pedulikan karna kujuga takut menemuinya langsung karna kumerasa dia masih marah terhadapku dan akankah kumampu mendapat segenggam maaf darinya kembali….?